Jomblo ?? pilihan ataukah takdir !!!
Rabu, 11 Maret 2009
Jomblo... kyknya kita sudah tidak asing lagi dengan kata ini, sebuah kata untuk mewakili sebuah kondisi tanpa seseorang yang dalam bahasa indonesia sering kita sebut "kekasih". Entah asal-muasal jomblo ini dari mana datangnya tiba-tiba aja menjadi salah satu sentrum pembicaraan dikalangan anak muda di berbagai kota besar. Disini gw ga akan bebicara tentang sejarah jomblo tapi gw akan membahas type / keraktaristik jomblo dilihat dari 2 kacamata, kacamata struktural dan kacamata cultural (sok filosof gw yak).
Chayyo Jomblo..
Read more...
Oke kita mulai ceritanya, Jomblo Struktural. Kondisi jomblo yang disebabkan oleh faktor struktural seseorang, yaaaa kasarnya sih kita bisa bilang orang-orang yang masuk ke dalam golongan jomblo struktural adalah orang-orang yang kurang mendapat dukungan fisik untuk melepas status kejombloanya (baca kurang cakep), hehehe yaaa.. kurang cakep mungkin ini bisa jadi menjadi faktor utama mengapa seseorang menyandang predikat jomblo..hahahahah.. Jomblo Cultural, ini adalah persepsi jomblo dilihat dari kacamata ke dua. Jomblo cultural ini dikarenakan para pelaku hubungan emang belom berniat atau dengan keinginan sendiri belum mencari pasangan untuk terbebas dari bayang-bayang status jomblo, yang jelas jombloers yang masuk kategori ini punya banyak alasan mengapa mereka masih menjomblo, ya kadang mereka bilang belom ada yang cocok, sibuk ama kerjaan jadi ga da waktu buat pacaran, dan masihh banyak lagi. Yang jelas mah orang-orang yang masuk golongan ini, jomblo bukan karena tampang meraka yang kurang mendukung tetapi lebih kearah keinginan sendiri untuk tidak mempunyai pacar.
Sooo.. kalian masuk golongan yang mana nih Jomblo Struktural apa Jomblo Cultural, hahaha yang jelas kayaknya gw milih GOLPUT aja deh... hehehehe
Chayyo Jomblo..




